JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI
| Program Keahlian | Mata Pelajaran | Kode Mata Pelajaran |
| Teknik Komputer dan Jaringan | Sistem Operasi Jaringan | 12.04/SOJ/2526 |
| Tingkat / Kelas | Materi Pokok | Waktu Pembelajaran |
| XII TJKT 4 | Menginstal Sistem Operasi Jaringan | 8 x 45 Menit |
| Nama Jobsheet | Tanggal Praktikum | |
| web server | Oktober 2025 | |
| Nama Siswa | Kode Score | |
Dian Ayu Oktavia |
I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan
2. Siswa mengenal Sistem Operasi Linux Debian 12
3. Siswa mampu Konfigurasi DNS Pada Debian 12
II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 11
3. Panduan Konfigurasi DNS Pada Debian 12
III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
IV. LANGKAH KERJA
Konfigurasi Web Server
Gambar 420. Web Server |
Apache web server adalah aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan kamu untuk meng-host situs web dan aplikasi web melalui internet. Web server ini menyediakan platform untuk server HTTP. Apache yang menangani permintaan dan respons HTTP.
Jika kamu ingin menjalankan website atau aplikasi web tetapi tidak tahu cara mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankannya, kamu dapat menggunakan server web Apache sebagai titik awal.
Sebelum mengenal lebih jauh tentang apa itu Apache ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu web server. Berikut ini adalah penjelasan mengenai apa itu Apache Web Server.
Apa itu Web Server
Beberapa web server paling populer misalnya adalah Apache dan Nginx. Selain itu Beberapa situs web juga menggunakan layanan hosting berbasis cloud untuk menyimpan data website seperti layanan dari Biznet Gio.
Web server dapat berupa server fisik dan virtual yang didalamnya terdapat software yang berjalan pada protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Web server bertindak seperti komputer yang menyimpan dan mengirimkan data website ke komputer lain atau dikenal sebagai komputer host.
Selain itu karena berjalan pada HTTP server, web server bisa berkomunikasi dengan browser dan komputer lain melalui internet.
Sejarah Apache Web Server
Apache pertama kali dirilis oleh sebuah tim dari National Center for Supercomputing Applications (NCSA) pada tahun 1995. Software ini disebut NCSA HTTPd dan dikembangkan sebagai alternatif untuk server web asli milik NCSA yang saat itu menggunakan kode dari Microsoft Windows.
Pada tahun 1996, dua pengembang dari University of Illinois di Urbana-Champaign bergabung dengan NCSA untuk terus mengembangkan proyek tersebut. Mereka menamai proyek tersebut dengan nama Apache yang diambil dari nama salah satu suku asli dari Amerika "Apalachee."
Setelah menjadi web server yang cukup menjadi hit di Amerika, pada tahun 1999, Apache meluncurkan Apache Software Foundation. Yayasan ini memberikan dukungan organisasi, hukum, dan keuangan untuk Server HTTP Apache.
Yayasan inilah yang membuat perkembangan Apache selalu terbuka untuk komunitas dan mempertahankan status “open-source” nya dan semenjak dinaungi Apache Software Foundation, HTTP server Apache saat ini menjadi salah satu web server paling banyak digunakan bersama dengan Nginx.
Kelebihan Apache Web Server
Apache merupakan server open-source yang gratis untuk digunakan dan dapat dikustomisasi agar sesuai dengan kebutuhan setiap website. Apache sendiri merupakan salah satu adalah web server paling populer di dunia dengan lebih dari 40% situs web menggunakan Apache.
Apache memiliki beberapa kelebihan diantaranya:
• Instalasi Mudah
Untuk menginstal Apache cukup mudah dan juga tidak membutuhkan kemampuan teknis untuk menginstal Apache. Cukup unduh installer dari apache.org/download dan jalankan di komputer, kemudian Apache siap digunakan.
• Konfigurasi Mudah
Terdapat beberapa metode dan cara yang berbeda untuk mengatur Apache, namun untuk konfigurasi dan pengaturannya akan diotomatisasi oleh Apache sendiri.
• Fleksibel dan Bebas Dimodifikasi
Bersifat open-source sehingga siapapun bisa mengubah sumber kode dari Apache untuk memodifikasi server sehingga dapat memenuhi kebutuhan spesifik untuk website ataupun aplikasi web milikmu.
• Mampu Meng-handle Lalu Lintas Tinggi
Apache mampu menampung beban kerja yang tinggi sehingga juga bisa menangani lonjakan traffic yang tinggi sehingga menyebabkan website lebih stabil. Website yang menggunakan web server Apache juga jarang down karena optimasi yang dilakukan oleh Apache.
• Mampu meng-host banyak website
Apache mampu menangani jumlah situs web yang tidak terbatas per instance. Itu berarti jika kamu mempunyai lebih dari satu website maka setiap website dapat memiliki folder dan file sendiri tanpa memengaruhi website lain yang di-host pada satu server yg sama.
• Memiliki perlindungan dari serangan siber
Apache memiliki perlindungan minimum untuk mencegah serangan siber khususnya dari serangan-serangan umum seperti brute force.
• Gratis
Terakhir, web server ini bisa digunakan secara gratis dan bisa diunduh gratis oleh setiap orang.
Kekurangan Apache
Di sisi lain, Apache sebenarnya juga memiliki beberapa kekurangan seperti, Apache tidak dilengkapi dengan antarmuka pengguna grafis (GUI) , jika kamu ingin mengakses kontrol penuh ke server Apache kamu harus belajar cara menggunakan command pada terminal.
Cara menggunakan Apache Web Server pada server Debian adalah sebagai berikut :
1. Login - hak akses admin / root pada server Debian
2. Pasang DVD ISO 1 lalu masukan perintah “apt install apache2”

3. lalu ketik "nano /etc/network/interfaces"
4. Setelah itu, install apache2 dengan perintah "apt install apache2" "y" tunggu sampai selesai.

5. Lalu, ketik "cd /etc/apache2/sites-available/" dan ketik "cp 000-default.conf web01.conf"
6. Setelah itu, ketik "nano web01.conf" tambahkan "ServerName web01.serverfram.fram"









Tidak ada komentar:
Posting Komentar